Jumat, 24 Mei 2013

Makalah Asuhan Kebidanan Tumbuh Kembang



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
Setiap orang tua tentu berkeinginan agar anaknya dapat tumbuh kembang optimal, yaitu agar anaknya dapat mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang terbaik sesuai dengan potensi genetik yang ada pada anak tersebut. Hal ini dapat tercapai apabila kebutuhan dasar anak ( asah, asih, dan asuh ) terpenuhi. Kebutuhan dasar anak harus dipenuhi yang mencakup imtaq, perhatian, kasih sayang, gizi, kesehatan, penghargaan, pengasuhan, rasa aman / perlindungan, partisipasi, stimulasi dan pendidikan ( asah, asih dan asuh ). Kebutuhan dasar tersebut harus dipenuhi sejak dini, bahkan sejak bayi berada dalam kandungan. Untuk itulah dalam perkuliahan ini akan dibahas mengenai pemantauan tumbuh kembang neonatus terutama pada pertumbuhan fisik pada neonatus baik BB dan TB dengan menggunakan Denver Development Stress Test (DDST).
Konsumsi gizi yang baik dan cukup seringkali tidak bisa dipenuhi oleh seorang anak karena faktor eksternal maupun internal. Faktor eksternal menyangkut keterbatasan ekonomi keluarga sehingga uang yang tersedia tidak cukup untuk membeli makanan. Sedangkan faktor internal adalah faktor yang terdapat didalam diri anak yang secara psikologis muncul sebagai problema makan pada anak.
Anak balita memang sudah bisa makan apa saja seperti halnya orang dewasa. Tetapi merekapun bisa menolak bila makanan yang disajikan tidak memenuhi selera mereka. Oleh karena itu sebagai orang tua kita juga harus berlaku demokratis untuk sekali-kali menghidangkan makanan yang memang menjadi kegemaran si anak.
Intake gizi yang baik berperan penting di dalam mencapai pertumbuhan badan yang optimal. Dan pertumbuhan badan yang optimal ini mencakup pula pertumbuhan otak yang sangat menentukan kecerdasan seseorang.
Faktor yang paling terlihat pada lingkungan masyarakat adalah kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi-gizi yang harus dipenuhi anak pada masa pertumbuhan. Ibu biasanya justru membelikan makanan yang enak kepada anaknya tanpa tahu apakah makanan tersebut mengandung gizi-gizi yang cukup atau tidak, dan tidak mengimbanginya dengan makanan sehat yang mengandung banyak gizi.

1.2  TUJUAN
Tujuan umum
Makalah ini bertujuan untuk memberi informasi tentang pertumbuhan dan perkembangan anak usia pra sekolah. Dari mulai tumbuh kembang seperti pada usia balita karena pada masa ini pertumbuhan dasar yang akan mempengaruhi dan yang menentukkan perkembangan anak selanjutnya, pada massa ini pula kita dapat mengetahui perkembangan berbahasa, kreativitas, kesadarn social, maupun kesadaran emosional.
Setelah membuat laporan Asuhan Kebidanan, diharapkan mahasiswa dapat mengerti, memahami serta mampu membuat asuhan kebidanan
pada tumbuh kembang bayi maupun balita.

Tujuan khusus
1.    Mahasiswa dapat membuat asuhan kebidanan pada tumbuh kembang bayi maupun balita
2.    Dapat melakukan pengkajian data subjektif dan objektif
3.    Dapat mengidentifikasi diagnosa dan masalah
4.    Dapat mengidentifikasi masalah potensial
5.    Dapet mengidentifikasi kebutuhan bayi dan balita
6.    Dapat membuat rencana tindakan
7.    Dapat membuat evaluasi dari tindakan yang telah dilakukan











BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Pertumbuhan dan perkembangan
Istilah tumbuh kembang sebenarnya mencangkup dua peristiwa yang sifatnya berbeda, akan tetapi saling berkaitan dan sulit di pisahkan yaitu perkembang dan petumbuhan.
pertumbuhan (growth) berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran berat (gram, pound, kilogram), ukuran panjang (cm,meter), umur tulang dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh); sedangkan perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan
.
pertumbuhan adalah bertambah banyak dan besarnya sel seluruh bagian tubuh yang bersifat kuantitatif dan dapat diukur
, sedangkan perkembangan adalah bertambah sempurnanya fungsi dari alat tubuh, pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu, perkembangan lebih menitikberatkan aspek perubahan bentuk atau fungsi pematangan organ atau individu, termasuk perubahan aspek sosial atau emosional akibat pengaruh lingkungan, pertumbuhan dan perkembangan memiliki makna yang berbeda akan tetapi kedunnya tidak dapat dipisahkan, pertumbuhan menunjukkan arti perubahan kuantitatif. Pertambahan dalam ukuran dan struktur.
Sedangkan, perkembangan menujukkan perubahan kuantitaif dan kualitatif
sehingga dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan mempunyai dampak terhadap aspek fisik, sedangkan perkembangan berkaitan dengan pematangan fungsi organ / individu. Walaupun demikian, kedua peristiwa itu terjadi secara sinkron pada setiap individu.





2.2  Ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan
Tumbuh kembang anak yang sudah dimulai sejak konsepsi sampai dewasa itu mempunyai ciri-ciri tersendiri, yaitu :
1. Tumbuh kembang adalah proses yang kontinu sejak dari konsepsi
sampai
maturitas/dewasa, yang dipengaruhi oleh faktor bawaan dan lingkungan.
2. Terdapat masa percepatan dan masa perlambatan, serta laju tumbuh kembang yang
berlainan organ-organ.
3. Pola perkembangan anak adalah sama pada semua anak,tetapi kecepatannya berbeda
antara anak satu dengan lainnya.
4. Perkembangan erat hubungannya dengan maturasi sistem susunan saraf
5. Aktifitas seluruh tubuh diganti respon individu yang khas.
6. Arah perkembangan anak adalah sefalokaudal.
7. Refleks primitif seperti refleks memegang dan berjalan akan menghilang sebelum
gerakan volunter tercapai.
Yang perlu di ingat mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak adalah setiap anak adalah individu yang unik, karean adanya faktor bawaan dan lingkungan yang berbeda, maka pertumbuhan dan pemcapaiannya kemampuan dalam nerkembangnya juga berbeda. Tetapi
akan tetap menuruti patokan umum.

2.3  Prinsip pertumbuhan dan perkembangan
Untuk memahami anak usia dini lebih mendalam, orang tua, guru maupun pemerhati perlu mempunyai gambaran yang tepat mengenai prinsip-prinsip dan pola perkembangan anak usia dini dan kebutuhan –kebutuhan seperti kebutuhan jasmani, kebutuhan sosial , kebutuhan psikologi ini merupakan kebutuhan dasar dalam perkembangan anak usia dini. Jika kebutuhan-kebutuhan ini tidak terpenuhi secara memadai akan sangat mempengaruhi keutuhan perkembangan diri anak dimasa remaja dan dewasa. Orang tua, guru dan para pemerhati pendidikan juga harus memahaminya untuk mengetahui dengan mudah kebutuhan –kebutuhan yang diperlukan anak usia dini, pengetahuan tersebut sangat penting sehingga orang tua dan guru tidak mengharapakan sesuatu yang berlebihan kepada anak.
Prinsip-prinsip perkembangan adalah pola-pola umum dalam suatu proses perubahan alamiah yang teratur, universal dan berkesinambungan, yang dimaksud dengan perubahan yang teratur adalah pertumbuhan pada manusia yang berjalan normal mengikuti tata urutan yang saling berkaitan.
prinsip dasar pertumbuhan dan perkembangan adalah sebagai berikut :
1.         perkembangan merupakan hal yang teratur dan mengikuti rangkaian tertentu.
2.         perkembangan merupakan sesuatu yang terarah dan berlangsung terus dalan cara
sebagai berikut :
a. cephalocaudal, pertumbuhan berlangsung dari kepala ke arah bawah dari bagian
     tubuh.
b. Proximosdital, perkembangan berlangsung terus dari daerah pusat (proksimal)
     tubuh ke arah luar.
c. Differantiation, ketika perkembangan berlangsung terus dari hal yang mudah
     kearah
yang lebih kompleks.
3.         perkembangan merupakan hal yang komplek. Dapat diprediksi, terjadi dengan pola
yang konsisten dan kronologis.
4.         perkembangan merupakan hal yang unik untuk individu dan untuk potensi genetik, dan setiap individu cenderung untuk mencari potensi maksimum perkembangan
5.         perkembangan terjadi melalui konflik dan adptasi, dan aspek yang berbeda berkembang pada waktu yang berbeda, menciptakan periode dari keseimbangan dan ketidakseimbangan.
6.         perkembangan meliputi tantangan bagi individu dalam bentuk tugas yang pasti sesuai umur kemampuan.
7.         tugas perkembangan membutuhkan praktik dan tenaga, fokus perkembangan ini berbeda sesuai dengan setiap tahap perkembangan dan tugas yang dicapai.





BAB III
TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN BALITA
DENGAN TUMBUH KEMBANG
PADA ANAK “A”UMUR 2 TAHUN
DI  BPS KASIH BUNDA

No.Register                             : CM 151212
Masuk tanggal                         : 15 Desember 2012                            Jam : 11.45
Fasilitas kesehatan                  : BPS Kasih Bunda
Dirawat diruang                      : Pemeriksaan                                                            

I.  PENGKAJIAN                                         Tanggal : 15-12-12      Jam :11.45       Oleh : bidan
A. DATA SUBJEKTIF
1. Biodata
Identitas  Anak
Nama                        : An. Alif
Umur                        : 2 tahun
Tanggal Lahir           : 19 februari 2010
Jenis kelamin            : laki-laki
Anak ke                    : 1
                                
 Identitas Orang Tua
                                               Ibu                                          Suami
Nama                        : Ny. Sinta                                            Tn. Karno
Umur                        : 27 tahun                                             30 tahun
Agama                      : Islam                                                  Islam  
Suku / bangsa           : Jawa/Indonesia                                  Jawa/Indonesia
Pendidikan               : SMA                                                  S1
Pekerjaan                  : IRT                                                    PNS
Alamat                     : Jln. Gajah mada no 15 Depok,sleman                      

2. Alasan kunjungan
Ibu datang karena ingin memeriksakan pertumbuhan dan perkembangan anaknya

3. Keluhan Utama
Ibu mengatakan tidak ada keluhan pada anaknya








5. Riwayat  Imunisasi
Jenis Imunisasi
Umur
Tanggal Pemberian
Tempat Pemberian
Diberikan Oleh

BCG

1 bulan
20 maret 2010
Rumah bidan
Bidan
Hepatitis B
0 hari
2 bulan
3 bulan
I    : 19 februari 2010
II   : 22 april 2010
III : 23 mei 2010
Rumah bidan
Bidan
Polio
0 hari
2 bulan
3 bulan
4 bulan
I    : 19 februari 2010
II  : 22 april 2010
III : 23 mei 2010
IV : 22 juni 2010
Rumah bidan
Bidan
DPT
2 bulan
3 bulan
9 bulan
I    : 22 april 2010
II  : 23 mei 2010
III : 22 oktober 2010
Rumah bidan
Bidan
Campak

9 bulan
22 oktober 2010
Rumah bidan
Bidan
          

6. Riwayat Penyakit Keluarga
     Ibu mengatakan didalam keluarga tidak ada yang memiliki penyakit menular, menurun, menahun.
7.  Riwayat penyakit anak
Ibu mengatakan anaknya tidak sedang menderita penyakit
  
8.  Kebutuhan sehari-hari
a.    Pola nutrisi                                      
                            Makan                                              Minum
Frekuensi   : 3x/hari                                             10x/hari
Macam       : nasi, sayur, lauk                               air putih dan susu
Jumlah        : 1 porsi                                              10 gelas
Pantangan  : tidak ada                                         tidak ada
Keluhan     : tidak ada                                         tidak ada
                      
b.   Pola  Eliminasi
                            BAK                                              BAB
Frekuensi   : 7x/hari                                             2x/hari               
Warna        : kuning jernih                                   kuning       
Bau                                                              : khas urin                khas feses
Konsistensi                                                  : cair             lunak
Keluhan     : tidak ada                                          tidak ada


c.    Pola Istirahat
                            Siang                                             Malam
Frekuensi   : 2 jam/hari                                         10 jam/hari
Keluhan     : tidak ada                                          tidak ada

d.   Personal hygine
Mandi        : 2x/hari
Gosok gigi                                                   : 2x/hari
Keramas     : 4x/hari
        

9.  Aktifitas
Ibu mengatakan aktifitas anaknya sehari-hari adalah bermain dengan teman sebayanya

B. DATA OBYEKTIF                                   Tanggal:15-12-12   Jam:12.00    Oleh:bidan
1.  Pemeriksaan  umum
a.    Keadaan umum : baik
Kesadaran         : composmentis
b.    Antropometri              
Lingkar Kepala                         : 48 cm
Panjang Badan  : 85 cm                                    
Berat Badan      : 10,5 kg      
Lingkar Dada    : 54 cm                                              
                                        
c.    Tanda-tanda Vital                         
Nadi                  : 90x/menit                        
Pernapasan        : 22x/menit        
Suhu                  : 36,5 °C                      

2.  Pemeriksaan Fisik
a.    Kepala               : messocephalus                         
Rambut             : lurus dan berwarna hitam
Bentuk               : oval
Odema               : tidak ada
b.    Mata                                                                     
Bentuk mata      : simetris                          
Sekret                : tidak ada
Keadaan            : bersih

c.    Hidung                
Pernafasan cuping hidung   : tidak ada
Keadaan                               : normal
Lubang hidung                   : simetris

d.   Mulut            
Bentuk              : normal
Gusi                   : merah muda
Keadaan            : bersih

e.    Telinga                                                                 
Kesimetrisan    : simetris
Keadaan            : bersih
 Berlubang         : ya


f.     Leher                                                                    
Tidak ada pembengkakan kelenjar parotis, kelenjar tiroid, kelenjar getah bening dan pembesaran vena jugularis

g.    Dada                                                                    
Denyut jantung : 90 x/menit
Pernafasan         : normal (22 x/menit)
Retraksi             : tidak ada
h.    Abdomen                                                             
Bentuk                                                                  : simetris
Dinding perut    : tebal

i.      Genetalia          
Jenis kelamin     : laki-laki

j.      Anus                                                                    
Keadaan            : bersih
Hemoroid          : tidak ada
Tulang belakang : normal


k.    Ekstremitas      
Atas                  
Jari tangan              : lengkap
Posisi dan bentuk   : normal
Pergerakan             : aktif
Bawah :
Jari kaki               : lengkap
Posisi dan bentuk                                             : normal
Pergerakan           :  aktif                                 
Reflek Patella      : positif
               
3.  Pemeriksaan  khusus
a.  Pertumbuhan
Status gizi pasien baik, pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan grafik KMS

 b. Perkembangan
Personal/sosial       : menyikat gigi
Motorik halus        : menumpuk 4 mainan
Motorik kasar        : menendang bola dan melompat
Bahasa                   : menunjukkan gambar




II.  INTERPRESTASI DATA                                        
1.      Diagnosa  kebidanan
An. S umur 2 tahun dengan tumbuh kembang normal
DS : Ibu mengatakan ingin memeriksakan anaknya yang berumur 2 tahun
DO : KU anak baik
S:36,40
N: 90X/menit 
R: 22X/menit
TB : 10,5 kg
PB : 85 cm

2.      Masalah
Tidak ada
III. DIAGNOSA POTENSIAL
Tidak ada
IV.  ANTISIPASI TINDAKAN SEGERA
Tidak ada
               
V.   PERENCANAAN
1.      Lakukan pemeriksaan pada anak
2.      Lakukan pemeriksaan tumbuh kembang pada anak
3.      Beritahu ibu hasil pemeriksaan tumbuh kembang
4.      Anjurkan ibu untuk mementau tumbuh kembang anaknya
5.      Anjurkan ibu untuk memberi nutrisi yang cukup
6.      Beritahu ibu untuk melakukan kunjungan ulang
7.      Lakukan pendokumentasian




VI. PELAKSANAAN            
1.    Melakukan pemeriksaan TTV (S:36,40C  N: 90X/menit  R: 22X/menit), pemeriksaan fisik  (BB:10,5 kg  TB: 85cm LK: 54 cm), dan pemeriksaan khusus (pertumbuhan dan perkembangan).
2.     Melakukan pemeriksaan tumbuh kembang dengan lembar DDST.
3.    Memberitahu ibu tentang pemeriksaan tumbuh kembang anaknya normal, yaitu anaknya dapat  menendang bola, menumpuk 2-4 mainan , melepas pakaian sendiri.
4.    Menganjurkan ibu untuk memantau pertumbuhan (berat badan dan tinggi badan) dan perkembangan (motorik halus, motorik kasar, bahasa, dan personal sosial)  anaknya agar ibu mengetahui  perubahan yang terjadi pada anaknya.
5.    Menganjurkan ibu untuk memberi makanan yang sehat dan bergizi (gizi seimbang) seperti  bubur sayur, ikan, buah-buahan, dan susu yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal bagi anaknya.
6.    Memberitahu ibu kunjungan ulang 5 bulan lagi atau anak ada keluhan .
7.    Melakukan pendokumentasian.
                                   
VII. EVALUASI      
1.        Ibu senang mendengar keadaaan  anaknya sehat  dan normal
2.        Sudah dilakukan pemeriksaan tumbuh kembang dengan DDST.
3.        Ibu mengerti pertumbuhan dan perkembangan anaknya normal .
4.        Ibu bersedia memantau perkembangan dan pertumbuhan anaknya.
5.         Ibu bersedia memberi nutrisi yang sehat dan bergizi.
6.         Ibu bersedia untuk kunjungan ulang 5 bulan kemudian  dan bila anaknya ada keluhan.







BAB IV
PENUTUP
1.1  KESIMPULAN
Dalam pelaksanaan asuhan kebidanan pada balita fisiologis orang tua tetap harus memberi makanan yang bergizi,lingkungan yang sehat,dan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. tetapi untuk balita fisiologis tidak terlalu membutuhkan perhatian khusus seperti anak yang patologis.

1.2  SARAN
Saya harap dengan adanya makalah ini kita sebagai tenaga kesehatan dapat terbantu dalam hal membuat asuhan kebidanan pada tumbuh kembang bayi dan balita.






















DAFTAR PUSTAKA







KMS





                                                             

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar